Business Process

Hari ini ngelanjutin pembuatan business process untuk kegiatan after sales perusahaan otomotif. Ternyata ada begitu banyak kombinasi dan harus dapat dituangkan ke dalam satu model sehingga bisa diaplikasikan ke dalam aplikasi komputer.

Memang benar bahwa suatu business process masing-masing industri pasti akan berbeda sehingga setiap industri akan membutuhkan suatu business process yang berbeda walaupun model businessnya sama. Hal ini membuat saya berpikir bagaimana caranya suatu package (seperti SAP) dapat diterapkan di industri yang berbeda-beda? Apakah business process dari industri itu akan mengikuti ataukan package yang akan mengikuti business process industri.

Banyak yang bilang bahwa business process industri di Indonesia tidak standar. Banyak aturan-aturan yang dapat di’belokkan’. Hal-hal seperti inilah yang mungkin menyebabkan tingginya angka implementasi suatu sistem dalam suatu industri?

Any comment?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s